Drama Youthful Glory Tahun ini sepertinya memang seperti tahun keberuntungan bagi penggemar Song Weilong. Setelah lama absen dari layar kaca, aktor satu ini muncul berulang kali. Banyak dramanya yang tertunda akhirnya tayang, seperti Everlasting Love. Disusul dengan Seven Relics of Ill Omen, lalu Youthful Glory.
Bulan lalu, saya mencoba menonton Seven Relics of Ill Omen, tapi nggak sampai selesai karena nggak cocok dengan temanya. Sebenarnya Song Weilong cukup tampan di sana, tapi entah mengapa pengambilan gambarnya kacau. Sering ada perpindahan scene mendadak dan editing yang tidak smooth membuat saya nggak betah menonton. Hanya beberapa episode sebelum saya berhenti menonton.
Waktu awal-awal Youthful Glory tayang juga saya nggak tertarik. Kover dramanya itu mirip drama-drama serupa yang isinya gitu-gitu aja. Tapiii … di luar ekspektasi, drama ini berhasil saya selesaikan. Sepertinya drama China costumekedua yang berhasil saya selesaikan tahun ini setelah Les Belles. Meski secara komedinya jelas lebih nampol Les Belles, tapi secara konflik dan chemistry saya jauh lebih suka Youthful Glory.
Kisah Pangeran dan Putri dalam “Youthful Glory”

Oke, masuk ke ulasan, ya.
Youthful Glory mengisahkan tentang seorang pangeran yang dijuluki Pangeran Dingbei (karena dia menjaga perbatasan utara kerajaan). Pangeran Dingbei (diperankan oleh Song Weilong) ingin menumpas korupsi yang berakar di dalam tubuh Kerajaan Xian. Korupsi itu menyebabkan keterlambatan pendanaan perang, kelalaian dalam pendistribusian bantuan bencana, hingga yang terparah terjadi penyelundupan barang-barang ilegal dari kerajaan lain. Kerajaan Nanlyu menyelundupkan barang-barangnya dan memiliki misi menguasai Kota Lingzhou, salah satu kota milik Kerajaan Xian.
Misi Pangeran Dingbei tidak bisa dilakukan sendirian. Ia membutuhkan pendukung. Hal itu membuatnya memutuskan menikahi putri dari Marquis Jing’an, seorang pemimpin di wilayah Yangxi. Marquis Jing’an memiliki putri bernama Ming Tan (diperankan oleh Bao Shang’en).
Sebelumnya, Ming Tan telah bertemu secara tak sengaja dengan Pangeran Dingbei di Kuil Hanyan. Saat itu, Ming Tan sedang melakukan misi untuk menggagalkan pernikahannya dengan seorang pemuda urakan yang namanya saya udah lupa. Intinya pernikahan itu akhirnya batal karena si pemuda itu telah memiliki anak di luar nikah dengan sepupunya sendiri.
Bagian Pertemuannya di Cerita 1 Sama Lain
Setelah berbagai masalah, akhirnya Pangeran Dingbei dan Ming Tan pun menikah. Pernikahan itu mulanya lancar. Mereka sebenarnya sudah tertarik satu sama lain, sehingga hanya soal waktu untuk akhirnya jatuh cinta. Meski ada salah paham pun, tidak sampai berlarut-larut. Sifat Pangeran setelah menikah pun berubah. Tidak seperti di drama-drama lain di mana pemeran pria yang dingin tetap dingin, Pangeran menjadi lebih hangat dan banyak bicara, meski masih kesulitan mengomunikasikan maksud hatinya pada sang istri.
Masalah baru terjadi ketika Marquis Jing’an ditugaskan untuk mengirimkan bantuan untuk bencana di wilayah Lizhou. Ayah Ming Tan itu dituduh tidak menyampaikan bantuan dengan benar dan justru merugikan rakyat di wilayah tersebut. Karena tuduhan itu, ia dihukum mati. Namun, di dalam penjara, Marquis Jing’an bertemu dengan Kanselir Su—dalang di balik semua kejahatan korupsi. Marquis Jing’an kemudian meninggal karena makanannya diracuni.
Saat itulah, Ming Tan benar-benar kecewa dengan Pangeran Dingbei yang tak mampu melindungi Keluarga Ming hingga namanya tercoreng. Ming Tan sangat sedih sampai tidak mau bicara sama sekali dengan Pangeran. Pernikahan mereka terancam.
Namun, dari konflik puncak inilah, kita nanti akan melihat berbagai plot twist seru. Jadi, kalau di episode 10-an kalian bosan, tahan dulu sampai minimal episode 19. Dari situ, plot bergerak sangat dinamis. Karakter Ming Tan dan Pangeran Dingbei serta berbagai peran di sisi mereka juga berkembang dengan baik.
Akting dan Sinematografi Berkelas

Akting para pemeran di drama Youthful Glory menurut saya bagus dan saling mengisi. Terakhir saya menonton penuh drama Song Weilong adalah di Go Ahead—sebelumnya melihat dia di film ‘Love The Way You Are’. Di drama ini, akting Weilong meningkat pesat. Ia berhasil menyampaikan perasaan sedih, putus asa, marah, dan tegas sebagai seorang pangeran yang sekaligus jenderal perang. Tata rambutnya di sini juga bagus, ganteng bangeeeet. Make up-nya nggak berlebihan, natural, dan cocok dengan set kostum yang dipakai. Paling suka pas adegan duel ketika menyelamatkan istrinya dari bahaya. Keren banget!
Jangan lupakan Bao Shang’en yang menurut saya sangat cocok memerankan sosok Putri. Karakternya mungkin awalnya menyebalkan, sering menduga-duga dan men-judge sesuatu hanya dari sudut pandangnya. Namun, karakternya berkembang begitu baik sejak menikah dengan Pangeran dan seiring dengan pengalamannya. Sebetulnya, perkembangan karakter seperti ini justru bagus. Jadi, karakter tokoh tidak sempurna sejak awal.
Ditambah lagi dengan dua pasangan lain yang melengkapi dinamika hubungan. Pangeran Dingbei memiliki 3 teman: Jenderal Lu Ting, Tuan Muda Kedua Shu, dan Zhang Huaiyu. Lu Ting nggak punya kisah cinta, tapi keberadaannya penting dalam mengawal Kaisar. Tuan Muda Kedua Shu adalah akademisi Hanlin yang super pintar tapi nggak bisa bela diri. Suatu hari ia bertemu Yun Yi, pengawal rahasia Pangeran, dan akhirnya jatuh cinta. Sementara Zhang Huaiyu adalah adik Permaisuri (jadi masih kerabat Kaisar), yang akhirnya jatuh cinta sama sepupunya Ming Tan, Bai Minmin.
Cerita Dinamis, Alur Mudah Dipahami

Kisah cinta Tuan Muda Kedua Shu dan Zhang Huaiyu melengkapi pernak-pernik romansa dalam drama ini. Tentu saja kalian nggak akan melihat drama ini penuh romansa saja karena banyak atribut politik di sana-sini. Apalagi kadang kesel banget karena Pangeran dan Putri nggak ketemu-ketemu juga karena sibuk ngurusin politik istana alias fokus sama misi. Namun, komposisi antara politik dan romansa justru bikin seger. Jadi nggak spaneng-spaneng banget pas nonton. Habis puyeng mikir politik, ada kelucuan di antara para pasangan yang jealous lah, ada aja tingkah polahnya.
Cerita di drama ini juga mengalir dan mudah dipahami. Lompatan dari satu adegan ke adegan berikutnya lumayan lembut, meski kadang pemotongan episodenya masih agak memaksa. Meski begitu, nggak mengurangi kuatnya cerita. Adegan peperangan juga disajikan dengan cukup baik, dan yang terpenting, ending-nya sangat-sangat-sangaaaat memuaskan! Namun, ada banyak adegan kissing scene di antara pemeran utama, jadi saya banyak skip-nya di bagian itu. Jadi kalau kalian tipe yang sama kayak saya, siap-siap aja fitur skipnya hehehe.
Pesan moral yang disampaikan dalam drama ini bagus. Bagaimana seseorang harus jujur, menghargai masa kini, tulus berkorban untuk negara, setia pada pasangan, hingga lebih mencintai diri sendiri. Selain itu, unsur jodoh juga jadi hiburan. Jodoh nggak akan ke mana, mau dipisah seperti apa juga, hehehe.
Drama Youthful Glory berdurasi 30 episode, tapi saya bisa nonton dalam waktu kurang lebih seminggu. Itu berarti drama ini meski punya konflik cukup padat, tetap disampaikan dengan ringan. Jadi buat kalian yang mau melepas penat dengan nonton drama, saya sangat merekomendasikan nonton drama ini.




